Tempat Dimana Seseorang Selalu Telihat Patah
Kau sekarang berubah
tidak pernah lagi mengunjungiku
tidak pernah lagi ada untukku
kau terlalu sibuk dengan duniamu
sadarkah kau? kau bukan lagi manusia yang aku tahu
Pagi ini aku sengaja membuatkanmu secangkir kopi
dan juga selembar kertas kosong lengkap dengan pena
aku ingin tahu masihkah ada dirimu yang aku sukai atau dirimu memang telah berbeda hilang entah kemana
aku menunggu
Satu jam kau disana dan tak bersuara
kau bergerak hanya beberapa kali setiap sepuluh menit
kau kikuk bukan main
kau dihadapkan dengan secangkir kopi dan kertas
dan juga semua foto foto dirimu bersamaku
berharap kau ingat masa-masa itu
Aku tidak menyangka seburuk ini kau berubah
biasanya aku bisa dengan mudah menemuimu disudut-sudut jalan
di kedai kopi, ditoko buku, dimanapun kau sendiri dan membawa puisi
kau selalu terlihat patah
dan aku menunggu
Seseorang memang telah datang
mengubah semua duniamu
dan kau hampir tidak punya ruang dan waktu lagi untuk sendiri
ruang dan waktu yang cuma aku yang bisa ada untukmu
ruangan yang kini hampir tidak terpakai
Apa ini yang disebut perwujudan dari kebahagiaanmu?
kau banyak tertawa dan hanya sesekali menangis
kau pernah sedih tapi tidak pernah lagi sendiri
kau berbeda, aku benci
Atau memang aku yang tak sanggup kehilanganmu?
aku yang tak bisa melihat kau bersama orang lain
karena aku tidak bisa lagi menemanimu?
Aku teringat masa-masa dulu saat kau masih disini
bersamaku, diruangan ini
kau selalu meratap dan berelegi tentang kepergian seseorang
tentang kehilangan seseorang
tentang cintamu yang tidak pernah memihak
kau kesepian dan kau selalu membutuhkanku
kini aku kehilanganmu...
puisi ini aku persembahkan untukmu dengan judul
"puisi yang kehilangan penulisnya"
puisi ini aku persembahkan untukmu dengan judul
"puisi yang kehilangan penulisnya"
mungkin sekarang tempatmu memang bukan disini sayang..
kau memiliki dunia baru yang kau mau sejak dulu
sesekali mungkin kau boleh kembali kesini dengan dukamu
tetapi ruangan yang kini kosong dan semua tempat-tempatmu
sekarang menjadi milikku beserta semua elemen yang ada didalamnya
kopi, buku, pena, dan lembaran-lembaran puisi
aku rasa aku yang lebih membutuhkannya sekarang
tempat dimana seseorang selalu sendiri dan akan selalu terlihat patah.
April, 2019
Komentar
Posting Komentar