Terima Kasih
Hari ini aku terbangun dengan mata sembab dan linangan air mata
Bukan, aku terbangun bukan dari tidur, melainkan aku terbangun dari ketidaksadaranku
Bahwa ada seorang malaikat didalam rumah ini
Tanpa sayap
Ditelapak tangannya tempat doa-doa mengangkasa
Dipunggung tangannya tempat restu dari segala harap
Keningnya adalah kemenangan yang dia takbirkan setiap sepertiga malam
Hatinya serupa lautan yang tenang dan dalam
Matanya adalah ketulusan yang beradu pada sebuah tempat pulang
Dan telapak kakinya adalah tempat surga bermuara
Malaikat itu bernama ibu
Entah sudah berapa lama aku tidur dengan ketidaksadaran itu
Bahwa aku setakut itu kehilangannya
Entah akan bagimana membayangkan setiap pagiku tanpa restu dari punggung tangannya
Entah akan bagaimana aku merindukan pelukan darinya setiap aku sedang kecewa dengan dunia
Entah akan bagaimana kehidupanku tanpa doa-doa darinya
Hari ini aku baru tersadar betapa diri ini begitu lemah
Kehidupan yang aku banggakan adalah pemberian darinya
Berkat restunya, berkat doanya
Aku tidak sadar betapa aku sesungguhnya adalah sebuah kesulitan baginya, tapi dimata ibu aku adalah sebuah anugerah yang dia rawat dengan seluruh raga dan cinta
Ibu..sehatlah selalu, beri aku kesempatan untuk setidaknya membuatmu tersenyum
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mencari ridhomu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya melakukan apapun semampuku atas nama baktiku
Beri aku kesempatan untuk setidaknya merawatmu dikala senjamu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mengucapkan aku mencintaimu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mengucapkan terimakasih atas kehidupan yang kau berikan untukku
Ibu.. aku mencintaimu
Terimakasih.. Sehatlah selalu
Selamat Hari ibu
Bekasi, 22 Des 2018
Bukan, aku terbangun bukan dari tidur, melainkan aku terbangun dari ketidaksadaranku
Bahwa ada seorang malaikat didalam rumah ini
Tanpa sayap
Ditelapak tangannya tempat doa-doa mengangkasa
Dipunggung tangannya tempat restu dari segala harap
Keningnya adalah kemenangan yang dia takbirkan setiap sepertiga malam
Hatinya serupa lautan yang tenang dan dalam
Matanya adalah ketulusan yang beradu pada sebuah tempat pulang
Dan telapak kakinya adalah tempat surga bermuara
Malaikat itu bernama ibu
Entah sudah berapa lama aku tidur dengan ketidaksadaran itu
Bahwa aku setakut itu kehilangannya
Entah akan bagimana membayangkan setiap pagiku tanpa restu dari punggung tangannya
Entah akan bagaimana aku merindukan pelukan darinya setiap aku sedang kecewa dengan dunia
Entah akan bagaimana kehidupanku tanpa doa-doa darinya
Hari ini aku baru tersadar betapa diri ini begitu lemah
Kehidupan yang aku banggakan adalah pemberian darinya
Berkat restunya, berkat doanya
Aku tidak sadar betapa aku sesungguhnya adalah sebuah kesulitan baginya, tapi dimata ibu aku adalah sebuah anugerah yang dia rawat dengan seluruh raga dan cinta
Ibu..sehatlah selalu, beri aku kesempatan untuk setidaknya membuatmu tersenyum
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mencari ridhomu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya melakukan apapun semampuku atas nama baktiku
Beri aku kesempatan untuk setidaknya merawatmu dikala senjamu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mengucapkan aku mencintaimu
Beri aku kesempatan untuk setidaknya mengucapkan terimakasih atas kehidupan yang kau berikan untukku
Ibu.. aku mencintaimu
Terimakasih.. Sehatlah selalu
Selamat Hari ibu
Bekasi, 22 Des 2018
Komentar
Posting Komentar