Bertemu
Dia datang, dia kembali
Tapi bukan lagi dalam sebuah ingatan
Atau bunga tidur
Atau hanya sebuah kabar
Dia berwujud, dapat dilihat
Memiliki berat
Bergerak, bersuara
Dan
Masih sama
Rambutnya sedikit tak terurus
Mungkin terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain yg tidak aku tahu
Tapi tatapnya gugup, dan murung
Bahasa tubuhnya kaku, seperti menyembunyikan sesuatu
Entah apa
Tapi bukan lagi dalam sebuah ingatan
Atau bunga tidur
Atau hanya sebuah kabar
Dia berwujud, dapat dilihat
Memiliki berat
Bergerak, bersuara
Dan
Masih sama
Rambutnya sedikit tak terurus
Mungkin terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain yg tidak aku tahu
Tapi tatapnya gugup, dan murung
Bahasa tubuhnya kaku, seperti menyembunyikan sesuatu
Entah apa
Aku baru sadar, sudah berapa lama aku disitu dan tidak berhenti menatapnya
Menjemput rindu yang lama sekali aku bawa pergi
Gelisah
Aku ingin memeluknya, setidaknya menyentuhnya
Atau hanya sekedar berbicara bertatapan
Tapi realitas yang ada membatasinya.
Menjemput rindu yang lama sekali aku bawa pergi
Gelisah
Aku ingin memeluknya, setidaknya menyentuhnya
Atau hanya sekedar berbicara bertatapan
Tapi realitas yang ada membatasinya.
Aku tak bergeming
kalau saja keadaan dibuat lebih sepi dari yang ada
Tidak memaksaku untuk sesekali bercengkrama dengan lelucon dan bualan bualan kehidupan
Aku akan menjadi seonggok daging penuh nestapa, menahan sesuatu yang sesungguhnya sangat mungkin aku lakukan, memeluknya.
kalau saja keadaan dibuat lebih sepi dari yang ada
Tidak memaksaku untuk sesekali bercengkrama dengan lelucon dan bualan bualan kehidupan
Aku akan menjadi seonggok daging penuh nestapa, menahan sesuatu yang sesungguhnya sangat mungkin aku lakukan, memeluknya.
Akhirnya, aku tak sanggup menatapnya berlamalama
Semakin lama, semakin aku diperlihatkan realitas
'dia bukan milikmu'
'bukan milikmu'
'bukan'
Semakin lama, semakin aku diperlihatkan realitas
'dia bukan milikmu'
'bukan milikmu'
'bukan'
'Tolong jangan berteriak dan mengulanginya
Aku sudah mengerti, sangat mengerti'
Akhirnya aku berkata
Tak ingin kalah dengan realitas
Seberapapun kuatnya realitas mengejekku, bagiku realitas hanya sebuah garis lurus yang penuh rencana.
Dan aku bagian dari realitas yang berusaha untuk berperan dan menentukan.
Aku sudah mengerti, sangat mengerti'
Akhirnya aku berkata
Tak ingin kalah dengan realitas
Seberapapun kuatnya realitas mengejekku, bagiku realitas hanya sebuah garis lurus yang penuh rencana.
Dan aku bagian dari realitas yang berusaha untuk berperan dan menentukan.
Padahal kita ini terjebak pada realitas dan takdir tapi bersikap seolah-olah dapat mengendalikannya.
Lucu memang
Setidaknya dibuat saja lucu, untuk tertawaan anak cucu kita nanti
Atau bahkan tertawaan teman-teman kita hari ini
Yaa cinta membuatnya begitu
Hah cinta?
Iya aku cinta
Setidaknya itu adalah hal yang aku yakini
Sampai detik ini.
Lucu memang
Setidaknya dibuat saja lucu, untuk tertawaan anak cucu kita nanti
Atau bahkan tertawaan teman-teman kita hari ini
Yaa cinta membuatnya begitu
Hah cinta?
Iya aku cinta
Setidaknya itu adalah hal yang aku yakini
Sampai detik ini.
Komentar
Posting Komentar